Jumat, 24 Januari 2020

SEPUTAR KABUPATEN BUOL

GEOGRAFIS.
Secara geografis, Kabupaten Buol terletak pada 0°35' - 1°20' Lintang Utara dan 120°00' - 122°09' Bujur Timur. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.507 km², memanjang dari barat ke timur di bagian utara Pulau Sulawesi. Topografi wilayahnya terdiri dari pantai, dataran rendah, perbukitan hingga bergunung-gunung dengan ketinggian mencapai 2.400 meter diatas permukaan air laut terutama bagian selatan.
BATAS WILAYAH
Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

UtaraLaut Sulawesi
TimurProvinsi Gorontalo
SelatanKabupaten Parigi Moutong dan Provinsi Gorontalo
BaratKabupaten Tolitoli
No.FotoNamaAwal MenjabatAkhir MenjabatWakil BupatiKeteranganRef.
1Ir. Abdul Karim Mbouw19992000Penjabat bupati
2Drs. A. Karim Hanggi20002002Penjabat bupati
200210 Oktober 2007Bupati definitif
3H. Amran H.A. Batalipu, S.E., M.M.10 Oktober 200710 Oktober 2012Ramli Kadadia, S.E.
4dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG., M.Si.10 Oktober 201227 Oktober 2016Dr. Ir. H. Syamsudin Koloi[2]
5Ir. H. Abdullah Kawulusan, M.Si.27 Oktober 201612 Oktober 2017Pelaksana tugas (plt.) bupati[3]
6dr. H. Amirudin Rauf, Sp.OG., M.Si.12 Oktober 2017sekarangAbdullah Batalipu[4]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

  1. Biau
  2. Bokat
  3. Bukal
  4. Bunobogu
  5. Gadung
  6. Karamat
  7. Lakea
  8. Momunu
  9. Paleleh
  10. Paleleh Barat
  11. Tiloan

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Pada Tahun 2008 mencapai 117.028 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 25.011, kepadatan rata-rata 3,73 jiwa per km2 dan laju pertumbuhan 2,35%. Penduduk menurut jenis kelamin adalah laki-laki 56.780 jiwa sedangkan perempuan 52.673 jiwa.[5]

Sosial dan Budaya[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk miskin sebanyak 33,72% atau sebanyak 36.909 jiwa (8.115 rumah tangga) dari total 25.011 Kepala Keluarga.[6]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Transportasi Darat[sunting | sunting sumber]

Prasarana jalan di Kabupaten Buol sampai dengan tahun 2004 baru mencapai 492.745 km[butuh rujukan] dengan rincian sebagai berikut:
  1. Jalan negara sepanjang 188.295 km; kondisi baik 99.65 km; kondisi rusak berat 88.654 km.
  2. Jalan provinsi sepanjang 47.455 km; kondisi baik 14.15 km; kondisi rusak berat 32.74 km.
  3. Jalan kabupaten sepanjang 256.995 km; kondisi baik 131.845 km; kondisi rusak berat 125.15 km.

Transportasi Udara[sunting | sunting sumber]

Transportasi udara di Kabupaten Buol baru dapat disinggahi oleh pesawat dengan kapasitas penumpang 12 orang dengan penerbangan seminggu sekali di Bandar Udara Buol. Transportasi udara terdekat ada dua pilihan, yaitu 390 km ke arah timur terdapat Bandara Jalaluddin Gorontalo dengan penerbangan 3 kali sehari ke Jakarta dan 570 km ke arah barat terdapat Bandara Mutiara Palu. Umumnya masyarakat Buol memilih ke Jalaluddin yang lebih dekat dengan kondisi jalan yang sangat bagus.

Transportasi Laut[sunting | sunting sumber]

Kapasitas daya tampung pelabuhan di Kabupaten Buol khususnya pelabuhan Lokodidi belum dapat disinggahi oleh kapal-kapal Pelni.Pelabuhan yang disinggahi kapal Pelni terdekat adalah Tolitoli 154 km di sebelah barat Buol. Sedangkan pelabuhan samudera untuk keperluan ekspor terletak 330 km ke arah timur, yakni Pelabuhan Anggrek Provinsi Gorontalo.

Telekomunikasi[sunting | sunting sumber]

Jangkauan jaringan telepon saat ini di Kabupaten Buol masih sangat terbatas, hanya terdapat pada wilayah perkantoran.

Listrik[sunting | sunting sumber]

Jaringan Listrik di Kabupaten Buol sejak bulan Juni tahun 2010 telah beroperasi 24 jam.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pertanian[sunting | sunting sumber]

  1. Sawah 9.432,9 Ha
  2. Ladang tadah hujan 23.691,1 Ha

Perkebunan rakyat[sunting | sunting sumber]

  1. Luas areal perkebunan kelapa 12.480 Ha
  2. Luas areal perkebunan cengkih 1.918 Ha
  3. Luas areal perkebunan kopi 619 Ha
  4. Luas areal tanaman kapuk, lada dan pala 38 Ha
  5. Luas areal perkebunan kakao 8.154 Ha
  6. Luas areal perkebunan jambu mente 1.347 Ha
  7. Luas areal perkebunan kelapa sawit 26.500 Ha

Kawasan hutan[sunting | sunting sumber]

  1. Hutan suaka alam dan kawasan pelestarian alam 9.802 Ha
  2. Hutan lindung 63.602 ha
  3. Hutan produksi terbatas 100.341 ha
  4. Hutan produksi tetap 60.413 ha
  5. Hutan yang dapat di konversi 24.070 ha
  6. Areal Penggunaan Lain (APL) 158.614 ha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar